JANIN CERDAS BERKAT TERAPI MUSIK

September 5, 2008 at 3:07 pm 4 comments

Musik dipercaya mampu memberikan efek positif bagi perkembangan janin. Ini telah dibuktikan lewat penelitian Dr. Alfred Tomatis dan Don Campbell. Menurut mereka, karya musik yang memiliki melodi dan frekuensi tinggi mampu merangsang dan memberdayakan daerah kreatif dan inovatif di otak sehingga anak kelak tumbuh menjadi pribadi unggul. Hal ini juga terungkap dari riset yang dilakukan DR. Van de Carr, bahwa janin dapat bereaksi terhadap irama yang memasuki lingkungannya.Tapi bagaimana semua itu bisa terjadi? Musik dapat didefinsikan sebagai paduan rangsang suara yang membentuk getaran yang dapat memberikan rangsang pada pengindraan, organ tubuh dan juga emosi. Ini berarti, individu yang mendengarkan musik akan memberi respons, baik secara fisik maupun psikis, yang akan menggugah sistem tubuh, termasuk aktivitas kelenjar-kelenjar di dalamnya. Pada ibu hamil aktivitas berbagai kelenjar di dalam tubuhnya akan memengaruhi perkembangan si jabang bayi.Keterkaitan antara janin dan sang ibu dapat dianalogikan sebagai hubungan antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan yang penuh dengan goncangan sosial akan membuat emosi individu yang berada dalam lingkungan tersebut terganggu. Demikian pula dengan janin yang berada dalam kandungan ibu. Bila ibu hamil terguncang secara emosional maka janin yang berada dalam kandungannya akan terusik. Patut dipahami bahwa aspek fisik dan psikis saling berhubungan. Jika kondisi emosi janin terganggu, maka perkembangan fisik kemungkinan juga akan mengalami gangguan. Tentu, terapi musik hanyalah salah satu bentuk upaya ibu untuk mengoptimalkan perkembangan janin. Masih banyak upaya lain yang perlu ibu lakukan, seperti memerhatikan asupan gizi dan melakukan senam hamil. Sederhananya, ibu hamil perlu menerapkan pola hidup sehat demi sang calon bayi.

MUSIK APA YANG DIGUNAKAN

Semua bentuk dan jenis musik dapat memberi rangsang psikofisik–membuat kita manggut-manggut, menghentak-hentakan kaki, berdansa, bersenandung, dan sebagainya–tetapi tidak semua musik bersifat terapeutik atau dapat mengubah kondisi seseorang yang tadinya kurang sejahtera menjadi lebih sejahtera.

Ibaratnya obat-obatan; tidak ada obat yang mujarab bagi semua penyakit dan tak semua obat adalah mujarab. Musik pun demikian. Tidak ada satu pun jenis musik yang bermanfaat bagi setiap kondisi kecuali pada kondisi tertentu. Sederhananya musik yang enak didengar belum tentu terapeutik.

Nah, selama ini musik yang didengung-dengungkan memiliki efek terapeutik adalah musik klasik gubahan Wolfgang Amadeus Mozart. Karya komponis yang hidup antara 1756 hingga 1791 ini memang memiliki melodi dan frekuensi tinggi yang dipercaya mampu memberdayakan wilayah kreatif dan inovatif di otak. Bagaimana dengan jenis musik lain yang juga melodius seperti dangdut dan keroncong yang menenangkan? Sayang belum ada penelitian yang membuktikan pengaruh positif jenis-jenis musik tadi pada janin. Jadi harap maklum, bila banyak terapis yang masih memilih gubahan Mozart.

Suara orang mengaji pun memiliki kekhasan tersendiri. Rangsang musikal dari lantunan yang disertai sentuhan spiritual tanpa disertai bunyi alat musik mampu memberikan rangsangan kedamaian. Ketenangan jiwa ini tentu memberikan dampak positif bagi ibu dan calon bayi. Kondisi serupa juga berlaku pada alunan Gregorian Chant dari gereja Katolik. Penelitian yang pernah dilakukan di Prancis melaporkan bahwa jenis musik ini dapat mengatasi depresi. Kurang lebih, doa dan lagu religius lainnya pun memiliki efek sama.

Lantas bagaimana jika kita kurang suka pada musik yang dianjurkan sebagai terapi? Ganti dengan musik yang netral. Misalnya, sekadar komposisi suara gelembung udara yang pecah di dalam air, suara riak air sungai, gemersik daun dan lain-lain. Sebab, bila dipaksakan justru dapat memberikan dampak yang tidak baik. Perasaan tidak nyaman pada si ibu dapat memengaruhi kondisi kandungan secara negatif, dan kondisi negatif tersebut memengaruhi respons janin secara negatif pula.

BAGAIMANA MELAKUKAN TERAPI MUSIK?

Pelatihan awal terapi musik sebaiknya dibantu oleh tenaga profesional. Saat ini banyak klinik atau rumah sakit yang menyelenggarakan kursus terapi musik bagi ibu hamil. Mintalah judul-judul lagu atau gubahan apa saja yang dianjurkan. Pilihan lagu atau gubahan dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi (aktif, tenang) dan usia janin. Selanjutnya, ibu dapat melakukan terapi sendiri di rumah.

� Saat mendengarkan musik, ambil posisi sekitar setengah meter dari tape atau dapat menggunakan walkman.

� Usahakan volume suaranya jangan terlalu keras ataupun lemah, tetapi sedang-sedang saja. Intinya, volume tersebut dapat menyamankan dan membuat ibu bisa berkonsentrasi penuh.

� Jika menggunakan earphone, sesekali tempelkan earphone ke perut ibu agar janin bisa ikut mendengar.

� Lebih baik lagi jika ibu tidak hanya mendengarkan musik saja, tapi juga bersenandung atau berdendang mengikuti melodi maupun liriknya.

� Saat paling tepat untuk memulai terapi musik adalah kala usia kandungan 18-20 minggu. Pada saat ini indra pendengaran janin sudah semakin sempurna.

� Waktu terapi boleh kapan saja; pagi, siang, sore atau malam. Yang penting ibu konsisten melakukannya. Bila pilihan waktunya adalah pagi maka sebaiknya terapi dilakukan pada waktu pagi terus-menerus. Niscaya dengan lebih terpola maka hasil yang diperoleh akan lebih maksimal.

� Lakukan terapi saat janin terjaga, sehingga ia bisa menyimak rangsangan suara secara aktif. Dengan begitu, daya ingatnya juga ikut terangsang dan bertambah kuat. Umumnya janin terjaga saat ibu selesai makan, terutama makan siang. Manfaatkan waktu-waktu tersebut untuk melakukan terapi. Namun, ini bukanlah jaminan. Bisa saja bayi terjaga di pagi, sore, atau bahkan ketika ibu sedang tidur.

 Lama terapi sekitar 30 menit setiap hari. Asalkan ibu bisa berkonsentrasi dengan baik.

Dalam sehari boleh satu, dua, atau tiga jenis lagu yang diperdengarkan. Namun jangan terlalu banyak karena malah dapat membuyarkan konsentrasi. Sebaiknya pilih satu jenis musik saja dalam sehari.

ï- Berkonsentrasilah dengan kesadaran penuh saat mendengarkan musik sehingga alunan suaranya bisa merasuki pikiran ibu tanpa ada gangguan berupa ketidakstabilan emosi, suara berisik, dan kurang konsentrasi.

PANDUAN TERAPI MUSIK DI RUMAH

Narasumber: Dra. Hj. Iesye Widodo, Psi (dikutip dari nakita edisi 227/V/9 Agustus 2003)

No.

Siklus Hidup

Kondisi

Komposisi Musik

Komponis

1.

Masa kehamilan 1-3 Bulan

Normal Cassation W.A. Mozart

 

Prelude to Rosamunde

Franz Schubert

Stres

La Mer

Claude Debussy

 

Symphoni No. 4

Felix Mandelsohn

2

Janin usia 3-6 Bulan

Normal

-Konser piano C Mayor KV 467: Andante -Konser PIano No. 21 -Konser Seruling G. Dur.KV.313 Allegro;Andante;Rondo -Kuartet Seruling No. 1, 2, 3, & 4 KV 285

W.A. Mozart W.A. Mozart W.A. Mozart

3.

Janin usia 6-9 Bulan

Normal

-Idem dengan No. 2 -Twinkle-twinkle Little Star -Baa, Baa Black Sheep -Satu, Dua, Tiga W.A. Mozart W.A. Mozart W.A. Mozart Pa Kasur

Sungsang

Idem

Idem

Aktif

1.Konser Seruling 2.Prelude to Rosamunde

1.W.A. Mozart 2.Franz Schubert

4.

Bayi baru lahir s/d dua minggu

Normal

-Andante dari Symphoni No. 25 in G Minor (K. 183) -Andante Sostenute dari Violin Sonata in C. Mayor (K. 926) -Lagu-lagu bisa dikembangkan oleh orang tua dengan membuat kata-kata yang sesuai dengan keinginan Anda untuk mengiri melodi-melodi di atas

W.A. Mozart

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman & Dok. nakita

 

 

 

Entry filed under: Kehamilan. Tags: .

JANGAN ANGGAP REMEH VLEK KALA PERSALINAN DIMULAI, IBU HARUS BAGAIMANA?

4 Comments Add your own

  • 1. ilma  |  September 5, 2008 at 3:20 pm

    nunnn, kok right margin-nya kepotong (3-4 huruf)?? :((
    huks, jd g bisa lengkap baca komposisi musiknya…😐

    Reply
  • 2. yana  |  October 17, 2008 at 9:04 am

    Assalamualaikum..mba..ada ga situs buat downlod musik mozart secara gratis?kehamilan sy sudah 15 minggu,jd lg cari musik klasik gratisan.thanks

    Reply
  • 3. Aisyah  |  January 27, 2009 at 5:05 pm

    buat mba Yana, waduh, telat ngga ya kasih info website download gratis lagu2 klasik gratis? tapi yah.. buat ibu2 yang lain mudah2an bermanfaat. ini link nya: http://www.classiccat.net/

    Reply
  • 4. mira  |  September 15, 2009 at 1:23 pm

    kongres KOGI 2009 tentang musik mozart koq berbeda dengan yg diomongkan disini ya?

    kalau diatas tadi disebutkan sesekali earphone ditempelkan ke perut ibu agar janin bisa ikut mendengar berarti objek utamanya ibu dong? karena janin disini hanya sekali-sekali aja berarti tujuannya bukan untuk merangsang sel otak bayi tapi merangsang sel otak ibu? hihihi

    setau saya terapi musik itu tujuan utamanya buat stimulasi sel otak janin jadi yg didengarkan musik itu janin bukan ibu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: